Kreatif itu Sederhana
Faktor yang sudah jelas kita lihat dari kasatmata, sampah maupun limbah dari pihak rumah tangga adalah penyebab utama permasalahan lingkungan. Tidak heran jika pihak ini dapat memperburuk atau sebaliknya. Solusi yang paling sederhana dalam hal ini adalah membuat kesadaran seluruh pihak rumah untuk dapat lebih memperhatikan masalah lingkungan hidup ini.
Maket Rumah dari Stik Es Krim Bekas
Bukan hanya sampah saja yang kerap kali bisa untuk digunakan kembali, tapi limbah rumah tangga juga tidak kalah bergunanya jika dimanfaatkan dengan baik. Setiap rumah tangga harus memiliki septitank, karena jika tidak bukan hanya berdampak pada pencemaran air tetapi pencemaran udara pun akan terganggu. Limbah rumah tangga biasanya yang sangat ditakutkan yaitu limbah air detergen. Dengan artikel ini saya menulis, bahwa ada manfaat limbah detergen yaitu, limbah deterjen mempunyai potensi yang baik untuk digunakan sebagai pestisida karena mengandung bahan karsinogenik berupa Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) relatif mudah didegradasi secara biologi. Pemanfaatan limbah detergen sebagai pestisida dilakukan dengan cara menambahkan sari rebusan lempuyang dan buah kecubung pada 10 liter limbah deterjen. Pestisida berbahan dasar limbah detergen lebih murah, mudah, dan ramah lingkungan dibandingkan pestisida sintetik.
Faktor yang sudah jelas kita lihat dari kasatmata, sampah maupun limbah dari pihak rumah tangga adalah penyebab utama permasalahan lingkungan. Tidak heran jika pihak ini dapat memperburuk atau sebaliknya. Solusi yang paling sederhana dalam hal ini adalah membuat kesadaran seluruh pihak rumah untuk dapat lebih memperhatikan masalah lingkungan hidup ini.
“Sampah” sudah tidak asing lagi untuk
diucapkan bahkan didengar. Yang satu ini lebih sering dihasilkan oleh setiap
rumah tangga, bukan hanya bentuk barang tapi juga berupa limbah. Jika tidak
mampu memanfaatkan sampah akan sangat berbahaya, dimana jumlah rumah tangga
yang tidak sedikit maka akan menghasilkan sampah yang tidak sedikit juga. Oleh
karena itu, membawa rumah tangga lebih kreatif adalah solusi utama dalam upaya
menangani masalah lingkungan sekarang ini. Mendaur ulang sampah maupun limbah
rumah tangga adalah solusi yang paling sederhana untuk mengurangi tingkat
kerusakan lingkungan hidup. Mendaur ulang sampah yang tidak berguna menjadi
sesuatu yang berguna bahkan bermanfaat.
Jenis sampah yang kerap kali dihasilkan oleh
rumah tangga yaitu, sampah organik dan sampah anorganik. Jenis sampah organik atau
jenis sampah yang dapat diurai (degradable) yang biasanya dihasilkan
dalam rumah tangga yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan,
sayuran, daun-daun kering, kulit telur, kertas atau kardus, kotoran hewan dan
manusia, dan lain-lainnya. Sampah anorganik ini sangat disayangkan jika kita
membuangnya dengan percuma. Sungai atau laut adalah tempat yang biasanya digunakan ibu-ibu rumah tangga
sebagai penampung sampah-sampah. Sampah ini tidak akan berdampak buruk jika
kita mau mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang berguna. Sampah organik ini akan
menjadi pupuk kompos yang sangat berguna buat tanaman, bahkan bisa menghasilkan
uang jika dengan serius dilakukan.
Kulit kupasan bawang (baik bawang merah atau
bawang putih) juga berguna untuk menyuburkan tanaman. Caranya, rendam kulit
kupasan bawang dalam air secukupnya selama satu malam. Paginya, siramkan air
beserta kulit bawang pada tanaman. Sisa
ampas teh, ampas teh ternyata untuk menyuburkan tanaman. Caranya, tabur
ampas teh pada akar tanaman, benamkan sedikit ke dalam tanah. Jika digunakan
teh celup, buka dulu kertas pembungkusnya. Kulit pisang
berguna untuk menyuburkan dan menghindari kerontokan daun tanaman. Caranya,
ambil kulit pisang, simpan selama beberapa hari sampai warnanya kecoklatan dan
agak kering. Lalu tumbuk hingga lembut atau hancurkan, dan taburkan tiap pagi
dan sore pada tanaman. Pemanfaatan koran
bekas yang termudah dan tercepat adalah
dengan menjualnya kiloan. Namun ternyata koran bekas juga berguna untuk
memberantas gulma tanaman. Caranya, letakkan koran bekas (dilembarkan) di
antara bedeng tanaman, di bagian tanah yang ditumbuhi gulma. Siram atau semprot
dengan air sampai koran basah. Dan juga kertas bekas dapat didaur ulang kembali
menjadi kertas yang bisa kembali digunakan untuk menulis.
Gambar : Cara Mendaur Ulang Kembali Kertas Bekas
Gambar : Cara Mendaur Ulang Kembali Kertas Bekas
Sampah anorganik berbeda dari organik,
ternyata sampah jenis ini sangat kreatif dalam pendaur ulangannya. Sampah
anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable), yaitu sampah
yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, plastik
mainan, botol dan gelas minuman, kaleng bekas, stik es krim, dan sebagainya. Sampah
ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk
dijadikan produk lainnya. Contoh sampah yang dapat didaur ulang menjadi bahan
baru lagi yaitu, kumpulan botol plastik bekas dapat digunakan sebagai hiasan
pagar rumah. Bisa juga dibuat menjadi cangkang lampu hias taman dengan berbagai
warna. Stik es krim dapat dijadikan hiasan rumah berupa maket bangunan
atau sebagainya. Banyak lagi yang dapat kita buat, karena pendauran ulang
sampah ini mengajak kita untuk lebih kreatif lagi.
Lampu Hias dari Bola Lampu Bekas
Lampu Hias dari Penutup Kaleng Minuman Bekas
Lampu Hias dari Bola Lampu Bekas
Lampu Hias dari Penutup Kaleng Minuman Bekas
Maket Rumah dari Stik Es Krim Bekas
Bukan hanya sampah saja yang kerap kali bisa untuk digunakan kembali, tapi limbah rumah tangga juga tidak kalah bergunanya jika dimanfaatkan dengan baik. Setiap rumah tangga harus memiliki septitank, karena jika tidak bukan hanya berdampak pada pencemaran air tetapi pencemaran udara pun akan terganggu. Limbah rumah tangga biasanya yang sangat ditakutkan yaitu limbah air detergen. Dengan artikel ini saya menulis, bahwa ada manfaat limbah detergen yaitu, limbah deterjen mempunyai potensi yang baik untuk digunakan sebagai pestisida karena mengandung bahan karsinogenik berupa Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) relatif mudah didegradasi secara biologi. Pemanfaatan limbah detergen sebagai pestisida dilakukan dengan cara menambahkan sari rebusan lempuyang dan buah kecubung pada 10 liter limbah deterjen. Pestisida berbahan dasar limbah detergen lebih murah, mudah, dan ramah lingkungan dibandingkan pestisida sintetik.
Categories:




Semoga bisa bermanfaat :)
BalasHapus